Dari Bersepeda Sampai Caving di Gua Cerme

Pagi ini sms masuk sekitar jam 6.08 pagi, ajakan bersepeda ke Gua Cerme. Aku bangun dari tidurku, ke kamar mandi lalu menyiapkan sepeda. Kami berlima, ada Enang, Atuh, Shapy, Icuk. Jam 7 kami mulai mengayuh sepeda meinggalkan kampung tercinta kami, 20 menit berjalan aku dan berbincang, pasti sampai destinasi sekitar jam 8 lebih sedikit. Pedal kami kayuh penuh suka cita tidak terasa sudah sampai di Siluk Imogiri, tidak membutuhkan waktu perjalanan yang cukup lama.

Dari jembatan siluk, kami berbelok keselatan, mulai kulihat tanjakan, dengan penuh percaya diri aku set gear mona ku (sepeda kesayanganku, hihihi) di 3 : 1, enteng, batinku bicara, sudah pernah tanjakan lebih tinggi aku lalui. Baru berapa ratus meter, Atuh dan Icuk mulai turun dari sepeda, aku tetap lanjut, Saphy juga mulai turun, lalu aku dan berhenti di depan warung, hanya Enang yang tidak menampakkan ekspresi kelelahan.

Gua Cerme Bantul Yogyakarta
Capek nanjak
Oke pos pertama, cukup lama sebelum melanjutkan perjalanan. Begitu tenaga mulai sedikit pulih kamipun mulai melanjutkan perjalanan, sampai dipersimpangan antara jalan untuk bus dan roda dua, kamipun memlilih jalan untuk roda dua yang kami kira tanjakan akan lebih enteng, baru berapa puluh meter dari persimpangan kami turun sepeda lagi, istirahat sejenak, hidrasi yang cukup banyak. Lanjut perjalanan, dan berhenti di dekat makam setempat, ya, disinilah Icuk mulai terlihat "menakutkan" dan "lucu", keringat yang mengucur dan pola nafas yang seakan ingin bicara sudah cukup sudah, tapi keinginan kuat Icuk untuk sampai puncak Gua Cerme tiada habis, dia mulai mengangkat sepeda dan mengayuhnya lagi. Setelah itu kita berhenti 3 sampai 4 kali lagi, cukup panjang jika diceritakan.

Gua Cerme Bantul Yogyakarta
Memulihkan tenaga

Gua Cerme Bantul Yogyakarta

Akhirnya suara ramai-ramai mulai terdengar, tanjakan semakin tinggi, sepeda kami tuntun, di balik belokan itu mulai terlihat akhir dari jalan aspal dan parkiran sepeda motor, alhamdulillah, akhirnya setelah mandi keringat dan mandi keputus asaan kamipun sampai. Pemandangan kota Imogiri yang cukup indah ditemani bukit-bukit yang cukup indah. Tak terasa ternyata sudah jam 10. Kami parkirkan sepeda dan mulai berjalan menuju mulut gua, ada sepanduk besar bertuliskan Merti Dusun Srunggo. Ternyata Gua Cerme yang terletak didusun Srunggo Kabupaten Bantul ini sedang mengadakan Merti Dusun, banyak warga desa berkumpul merayakan perayaan ini, menunggu doa dan pembagian "nasi berkat". Setelah kami mengisi cairan tubuh yang hilang disalah satu warung yang tersedia kami dengan gagah penuh keringat membasahi baju berjalan ditengah kerumunan warga desa.

Gua Cerme Bantul Yogyakarta
Sampai dipuncak bersama mona ku sayang

Gua Cerme Bantul Yogyakarta
Narsis dulu dimulut gua

Sampai dimulut gua, aku sebenarnya tidak mau ikut masuk, tapi dorongan dari teman-teman yang lain akhirnya akupun masuk juga, CAVING untuk pertama kalinya. Untuk rombongan dibawah 15 orang membayar biaya guide Rp 40.000,00 dan biaya retribusi Rp 3000,00 / orang, untuk penyewaan headlight Rp 5000,00 / headlight, untuk penerangan boleh membawa sendiri dari rumah. Kami menyewa 3 headlight dan setelah menitipkan tas kepenjaga kami mulai menuruni tangga mulut gua, "ceblung" suara kaki ku masuk air sungai bawah tanah dasar gua, kegelapan yang diterangi dari senter kami, kesan pertama aku cukup takut karena gua ini masih kental dengan suasana mistisnya, sambil berjalan di air rasa takut itu pudar, gua sepanjang 1,5 Km ini menampilkan keindahan dan kuasa Tuhan Yang Maha Esa, stalagtit dan stalagmit yang mengkristal begitu indahnya, bunyi tetesan air yang begitu merdu, suasana sunyi yang sejuk tetapi lembab, suara kelelawar yang terbang saat aku sorot pake headlightku, semua keindahan ini membuat ku merinding akan kuasaNya. Diawal perjalan juga dapat ditemui mata air suci yang dapat diminum airnya, tiga teguk aku minum, cukup membasahi tenggorokanku. 1 jam perjalanan akhirnya sampai di mulut gua bagian belakang, perjalanan yang cukup singkat, tapi menyenangkan sambil basah kuyup.

Gua Cerme Bantul Yogyakarta
Keluar dari gua, jadi miring semua

Setelah kami ambil tas kami mulai turun dengan tetap memakai pakaian basah kuyup, kami ambil jalan untuk bus, trek turunan yang cukup panjang dan tidak terlalu curam. Yup, karena mau memegang topinya yang mau kabur kebawa angin, Atuh malah kehilangan kendali sepedanya dan untungnya tidak menabrak mbah-mbah yang sedang jalan dan bisa menguasai sepedanya lagi. Diturunan ini aku mulai meninggalkan teman-teman yang lain karena masih ada acara lagi, memburu waktu. Kuturunkan sedelku, ku set gear ku, jari telunjuk dan tengah standby di handle rem, mulai kupacu kencang sepedaku melewati turunan ini, downhill solo aku menyebutnya, haha. Sampai aku tidak kuat menahan angin yang datang dari samping aku mulai menarik handle rem ku agak kuat. Sesampainya di Siluk, ku mulai bersepeda solo sampai rumah. Perjalanan pulang dari Gua Cerme ke rumah di Jl Bantul Km 9,5 hanya memakan waktu 1 jam saja.

------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Sampai rumah jam 2 siang, makan, mandi, ganti kostum, cek kelengkapan sepeda, jam setengah tiga tepat meluncur lagi untuk melakukan downhill di hutan pinus, tapi sayang, meski sudah sampai di garis start hutan pinus Imogiri, ban mona meledak dijalan, hanya bisa menyaksikan kawan yang lain meluncur melalui trek itu. :(

Comments

  1. Wah ,, mantap yah :)
    Ane jadi pengin bersepeda ke gunung nih :D
    Sayangnya ane jauh sama pegunungan.

    ReplyDelete
  2. Nice Posting deh Gan :)
    Lanjutkan Hobi bersepedanya :)

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Cheat Call Of Duty Modern Warfare 2 (COD MW2 PC) PC

Pendaftaran SIM Online di Polres Bantul