Sakit Dahulu Senang Kemudian

Hari sudah siang tinggal menunggu mata pelajaran terakhir, yaitu mata pelajaran TIK. Aku paling menyukai pelajaran tersebut karena aku salah satu penggemar komputer. Gurunyapun masuk ke laboratorium komputer, karena gurunya masih bisa dibilang muda kami tidak memanggilnya Pak tetapi Mas. Kami diberi tugas untuk mengetik teks, tiba-tiba Mas Ari, guru kami TIK SMP kami mendatangiku.

 “Hai Wi, besok ikut lomba komputer di JEC ya, tugas terakhir yang kamu buat kemarin bagus kok, aku yakin kamu pasti bisa.” ujar Mas Ari.

 Aku merasa deg-degan karena aku sejak dulu belum pernah ditunjuk untuk mewakili sekolah.

 “Yang ikut lomba siapa saja sih Mas dan lomba apa sih?” tanyaku masih dengan rasa deg-degan.

 “Banyak kok, nanti ada Dewa, Melisa, Putri, dan yang lainnya deh, Cuma buat desain brosur kok, mau ya?, besok Mas daftarin lho.” Pinta Mas Ari dengan enteng.

 “Iya deh, aku mau,” jawabku dengan lirih, “tapi mas, gimana bayar pendaftarannya?”

 “Itu gampang.” jawab Mas Ari enteng.

Aku dan teman-teman yang ikut lomba tidak punya waktu banyak untuk latihan, kami hanya punya waktu dua hari untuk mempersiapkan diri sebelum menghadapi perlombaan. Tetapi kami baru latihan bersama pada saat sehari sebelum perlombaan, itupun hanya dua jam, sampai dibela-belain tidak berangkat pramuka.

Ketika pulang sekolah, dijalan aku hanya bertemu dengan teman-teman yang sedang berangkat pramuka. Sesampainya dirumah aku langsung menghidupkan komputerku dan langsung berlatih membuat desain brosur lagi dengan sungguh-sungguh, aku berlatih terus-menerus dari siang sampai malam tiada henti-hentinya karena esok paginya aku harus berlomba.

Pagipun tiba, sinar mentari menyinari rumahku, aku dibangunkan oleh orang tuaku dan berangkat sekolah. Aku masih tetap bisa berangkat sekolah karena lombanya diadakan pada waktu siang hari tepatnya jam ketujuh pelajaran. Pagi itu Mas Ari membuatkan izin untuk kami agar tidak mengikuti pelajaran ketujuh, tetapi dalam izin itu ada masalah dalam penulisan, aku diikutkan izin di kelas VIII D padahal aku kelas VIII B. Siangnya hampir menjelang jam ketujuh aku mencari Mas Ari, tetapi hasilnya nihil, Mas Ari baru ada urusan diluar sekolah.

Aku kebingungan sendiri bagaimana mencari izin ataupun Mas Ari. Akupun segera menemui temanku si Dewa, dia memintaku untuk ke ruang Bimbingan Konseling  atau biasa disebut ruang BK untuk mencari surat izin. Di BK aku juga mendapat masalah lagi.

 “Eh nak, kamu langsung bilang aja ke guru yang bersangkutan kalau mau  izin buat lomba!” ujar Bu guru BK yang sedang jaga dengan enteng.

Aku langsung mencari guru yang mengisi jam ketujuh. Aku menemui Pak guru yang akan mengisi pelajaran di kelasku pada saat di kantor guru sebelum dia akan pergi ke kelasku untuk mengajar. Di sini aku juga menemui masalah lagi.

“Kalau mau izin, pakai surat izin dari BK dulu, kalau enggak, kamu tidak diijinkan!” perintah pak guru.

Aku hanya bisa mendengarkan apa yang dikatakan Pak guru tanpa bisa berkata-kata lagi. Aku kemudian menuju ke BK dengan berlari-lari karena waktu terus mengejar. Setelah sampai di ruang BK, akhirnya aku mendapat surat izin yang aku cari-cari sejak awal, guru BK sudah menandatangani surat tersebut tinggal tanda tangan dari guru yang sedang mengisi pelajaran di kelasku.

“Bagus, kalau begini kan ada buktinya kalau kamu tidak mengikuti pelajaran saya.” ucap pak guru dengan sangat enteng sambil menandatangani surat izin tersebut.

Setelah menunggu sekitar kurang lebih lima belas menit, aku mengganti baju seragam sekolah dengan seragam lomba. Aku dan teman-teman yang lain berkumpul di depan Lab komputer. Tidak beberapa lama, Mas Ari mulai muncul membawa mobil birunya bersama Mas Wawan yang juga guru TIK di sekolah kami.

“Ayo berangkat ke JEC.” pinta Mas Ari

Kami masuk mobil semua dan mobil mulai bergerak menuju ke JEC. Sampai di JEC, kami mencari tempat parkir yang kosong karena tempat yang lain sudah penuh. Setelah menemukan tempat yang kosong, Mas Ari memberikan bungkusan kardus yang berisi makan siang dengan lauk ayam goreng, kami makan bersama di dalam mobil.

Selesai makan kami langsung menuju lokasi perlombaan. Di sana sudah terdapat banyak orang yang ingin menonton.

“Semua peserta dimohon segera memasuki tempat lomba!, mohon pengantar tetap di luar garis!” ucap salah satu panitia menggunakan pengeras suara.

Semua peserta langsung menuju ke dalam tempat perlombaan dan menuju ke komputer masing-masing. Aku juga langsung duduk di depan komputer.

“Deg-degan enggak dik?” tanya salah satu tim juri yang duduk tepat di belakangku.

“Sedikit” jawabku lirih dan singkat

“Dari sekolah mana adik ini?” si juri bertanya lagi.

“SMP 1 Sewon” jawabku dengan singkat lagi.

Setelah cukup lama aku bercakap-cakap dengan si juri, akhirnya bel tanda lomba dimulai berbunyi, lombanyapun dimulai. Kami hanya di beri waktu 45 menit untuk mengerjakannya.

Sesekali aku melihat peserta lain, mereka mengerjakan dengan serius. Melihat peserta lain yang serius aku juga mulai ikut serius.

“Theeeeet………” bel tanda berakhirnya lomba sudah berbunyi.

Akhirnya aku lega, aku dapat menyelesaikan tugas yang diberikan.

“Tadi adik ada yang salah penulisannya, yang seharusnya adik tulis adalah maksud dan tujuan tetapi adik malah menulis maksud dan waktu, tapi tadi desainnya bagus kok, jadi tidak masalah.” Komentar juri perempuan yang ada disampingku.

Setelah mendengar apa yang dikatakan juri perempuan tersebut, aku langsung melihat pekerjaanku, ternyata dia benar kalau aku salah menulis. Aku sangat menyesal, kenapa aku bisa tidak konsentrasi, aku bertanya kepada diriku sendiri.

“Dimohon semua peserta meninggalkan tempat lomba karena akan di pakai untuk peserta angkatan kedua.” ucap si panitia menggunakan pengeras suara.

Selesai lomba, Aku dan teman-teman diajak Mas Ari dan Mas Wawan nonton pameran komputer sebentar.

“Ayo nonton pameran komputer sebentar, mau gak?” pinta Mas Ari

Setelah beberapa lama menonton pameran, kami memutuskan untuk pulang.
“Mana mobil kita tadi?” Mas Ari bercanda.

“Yang ini.” Jawabku sambil menunjuk mobil yang mewah, karena disitu banyak mobil yang bagus-bagus.

Kami sampai sekolah sekitar pukul setengah lima sore. Di depan sekolah, Bapakku sudah menjemput aku.

“Hati-hati pulangnya!” ucap Mas Ari.

Beberapa minggu setelah perlombaan, akhirnya kami mendapatkan hasilnya. Sayang, dari sekolah kami tidak ada yang menduduki peringkat tiga besar. Tetapi aku bangga kepada diriku sendiri karena aku bisa menduduki peringkat empat, tetapi aku tidak mendapat hadiah apa-apa kecuali piagam.

Comments

Popular posts from this blog

Cheat Call Of Duty Modern Warfare 2 (COD MW2 PC) PC

Fungsi TuneUp Shredder