Sahabatku

Minggu siang sangat panas. Esti berjalan dengan enggan menuju ke warung di desa sebelah karena di suruh adiknya yang masih duduk dibangku SD untuk membelikan buku gambar. Ketika sampai di tengah jalan, Esti melihat rumah yang sebelumnya tidak berpenghuni tampak ada orang-orang yang sedang sibuk mengangkat barang-barang rumah tangga.
Esti berjalan perlahan melalui depan rumah itu sambil memperhatikan orang-orang yang sedang bekerja tersebut. Tiba-tiba seorang gadis remaja yang seumuran dengan Esti muncul dari pintu samping. Esti merasa telah mengenal gadis tersebut.
“Bukankah itu Nabila” esti berbisik kepada dirinya.
Gadis tersebut tiba-tiba mendatangi Esti dan menyapanya.
“Nabila?” Esti terkejut
“Ya, ini aku, aku sekarang tinggal disini, dan besok aku akan satu sekolah denganmu, o iya aku baru saja mau mencari rumahmu. Ini ada titipan dari pamanmu buat ayahmu.” ujar Nabila sambil memberikan sebuah bungkusan berwarna merah kecoklat-coklatan.
“Kenapa kamu tidak memberi kabar kalau akan pindah kesini, pamanku juga tidak ngasih kabar sih, huh sebel.” ujar Esti.
Nabila, sahabat Esti sebelumnya tinggal di sebelah rumah pamannya Esti.
“Aku merahasiakan ini agar aku bisa mengejutkanmu.” jawab Nabila.
“Huh, sebel!.” teriak Esti dengan gemas.
Sejak Nabila pindah, persahabatan mereka menjadi lebih akrab. Setiap ada tugas dari sekolah mereka selalu mengerjakan tugas itu bersama, entah itu di rumah Esti atau di rumah Nabila. Karena Nabila murid baru di SMA N 3 Harapan Jaya (sekolah mereka berdua), banyak pelajaran yang belum di berikan kepada Nabila, jadi Nabila harus belajar lebih keras, kalau ada kesulitan, sahabatnya, Esti dengan senang hati
membantunya.
Beberapa minggu telah berlalu, sampai suatu hari pagi-pagi sekali Nabila berlari menuju ke rumah Esti.
“Esti-Esti!!!” teriak Nabila sambil mengetuk pintu rumah Esti.
“Ada apa Nabila? Pagi-pagi udah teriak-
teriak.” Jawab Esti sambil mengusap pipinya karena baru saja bangun dari tidur.
“Aku pinjam PR matematikamu dong, boleh ya? Aku semalam nggak sempat ngerjain karena aku kecapekan jadi langsung tidur deh, boleh ya. Please!!!” ujar Nabila dengan muka memohon.
Esti tersentak, ia kaget kenapa Nabila bisa sampai nggak ngerjain PR, padahal Nabila anak yang rajin.
“Iya-iya ini aku pinjamin, tapi sekali ini saja ya” ujar Esti.
Esti takut kalo Nabila ketergantungan kepada orang lain jadi dia hanya ingin meminjamkan PRnya untuk sekali ini saja.
“Aduh makasih banget ya Es, kamu memang sahabat aku yang paling baik deh.” Jawab Nabila dengan muka berseri-seri.
Seminggu telah berlalu, Esti sudah melupakan peristiwa itu. Namun Nabila kembali mengecewakan Esti. Pada saat ada praktek pelajaran kimia, Nabila lupa tidak membawa jeruk nipis.
“Esti aku mohon jeruk kamu di potong ya, aku lupa tidak membawa, kan yang dibutuhkan untuk praktek tidak sampai setengahnya kan?” ujar Nabila dengan muka memohon lagi.
Esti merasa kesal karena bantuannya selama ini telah menyebabkan Nabila bergantung kepadanya. Esti memang suka membantu tapi kalau dia menjadi tempat bergantung dia juga akan kesal.
“Ayolah Es kan tidak seberapa minta setengah dari jerukmu, nanti aku ganti dengan es jeruk di kantin deh.” ujar Nabila enteng.
“Jeruk itu tidak seberapa Bil. Tapi aku tidak suka sahabatku sendiri bergantung kepada orang lain, itu akan merugikan dirimu sendiri” jawab Esti dengan tegas. Nabila hanya terdiam setelah mendengar kata-kata yang dilemparkan Esti kepada Nabila, dan kata-kata itu sampai menusuk ke hatinya. Nabila berharap kepada dirinya sendiri untuk tidak bergantung kepada orang lain lagi. Nabila merasa sangat malu sekali pada saat itu.
“Maafkan aku ya Es! Mulai saat ini aku akan berusaha dengan sekuat tenaga untuk tidak mengharapkan bantuan orang lain.” Ujar Nabila lirih
Esti tersenyum dan merasa bangga kepada Nabila jadi dia akan memberikan sepotong jeruknya untuk Nabila
“Ini aku berikan sepotong jeruk milikku untukmu, tapi ingat ya, jangan suka bergantung kepada orang lain lagi!” ujar Esti seraya memotong jeruk miliknya.

Comments

Popular posts from this blog

Cheat Call Of Duty Modern Warfare 2 (COD MW2 PC) PC

Pendaftaran SIM Online di Polres Bantul